-
Umum
UMUM
-
MATERI
-
DATA
-
LINK
-
GALERI
-
PROFIL
Laman
- Beranda
- Ngobrol
- Kontak Kami
- Denah Kantor dan Lahan
- Perpustakaan
- Profil
- Wilayah Binaan
- Desa Pesidi
- Desa Pucungsari
- Desa Sugihmas
- Desa Ketawang
- Desa Salam
- Desa Lebak
- Desa Giriwetan
- Desa Cokro
- Desa Klegen
- Desa Baleagung
- Desa Banaran
- Desa Ngasinan
- Desa Sumurarum
- Desa Grabag
- Desa Banyusari
- Desa Kalikuto
- Desa Kartoharjo
- Desa Kleteran
- Desa Tlogorejo
- Desa Sambungrejo
- Desa Tirto
- Desa Seworan
- Desa Kalipucang
- Desa Sidogede
- Desa Citrosono
- Desa Banjarsari
- Desa Ngrancah
- Desa Losari
- Program
- Kegiatan
BP3K Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang Mewakili Jawa Tengah Maju Lomba Tingkat Nasional
Setelah mewakili Kabupaten Magelang untuk lomba BP3K berprestasi di tingkat Provinsi Jawa Tengah dan mendapat predikat Juara I Provinsi kini maju dalam penilaian lomba Tingkat Nasional sebagai utusan wakil dari Provinsi Jawa Tengah.
Penilaian dilaksanakan pada Hari Kamis tanggal 26 Juni 2014 oleh Tim Penilai dari pusat yang melakukan penilaian langsung dengan datang mengunjungi BP3K di kecamatan Grabag.
Menurut Ir.Nurhadi Abas, Koordinator BP3K Kecamatan Grabag bahwa pencapaian prestasi tersebut karena munculnya kebersamaan dan jiwa korsa pada masing-masing personil penyuluh BP3K Kecamatan Grabag, tanpa hal tersebut mustahil prestasi ini bisa diraih.
Sedangkan berdasarkan penilaian lapangan yang dilakukan, tim penilai menyatakan bahwa keberadaan BP3K Kecamatan Grabag sangat bagus dan mengagumkan karena bilai dilihat BP3K Kecamatan Grabag mendekati tingkat Aditama yaitu tingkat tertinggi dalam pengkategorian BP3K.
KUNJUNGAN KEPALA SEKRETARIAT BADAN KOORDINASI PENYULUHAN (SET BAKORLUH) PROPINSI JAWA TENGAH KE BPPPK KECAMATAN GRABAG KABUPATEN MAGELANG
Kepala Set Bakorluh Propinsi Jawa Tengah Ir. Sugeng Riyanto,
M.Sc beserta para pejabat di lingkup Set Bakorluh antara lain Ketua Kelompok
Jabatan Fungsional Penyuluh Ir. Hantoro Tapari, Kepala Bidang Pengembangan SDM Ir.
Sumiyarso, Kepala Bidang Penyelenggaraan Penyuluhan Ir. Eko Partono dan Kepala
Bidang Kelembagaan Penyuluhan drh. Harjuli Hatmono melakukan kunjungan ke Balai Penyuluhan
Pertanian Perikanan dan Kehutanan (BP3K) Kecamatan Grabag Kabupaten Magelang
untuk meninjau secara langsung kegiatan para penyuluh.
Dalam kegiatan tersebut para pejabat set bakorluh melakukan
pengecekan terhadap sarana dan prasarana gedung , sarana penyuluhan, kegiatan
penyuluhan dan kebun percontohan. Areal lahan kebun di BP3K Kecamatan Grabag
seluas 1 hektar tersebut digunakan para penyuluh setempat untuk kegiatan
percontohan dan ujicoba berbagai varietas tanaman hortikultura, perkebunan dan
kehutanan serta perikanan. Tidak hanya para petani yang berkunjung ke Balai
Penyuluhan untuk berkonsultasi bidang pertanian namun juga telah menjadi sarana
belajar bagi para siswa PAUD dan TK serta magang mahasiswa STTPP Tegalrejo
Magelang.
Menurut Kepala Set Bakorluh, para penyuluh harus mampu
memanfaatkan lahan yang ada di Balai Penyuluhan untuk menunjang kegiatan
penyuluhan ke para petani. Para penyuluh tidak hanya “jarkoni” (ming ujar nanging ora nglakoni) istilah
dalam bahasa jawa yang artinya hanya berbicara tapi tidak bisa melakukan. Lahan
kebun BP3K seoptimal mungkin dijadikan sarana para penyuluh untuk melakukan uji
coba dan percontohan teknologi tepat guna. Dengan begitu maka para penyuluh
bisa memberikan jawaban atas permasalahan-permasalahan yang di hadapi petani dengan berdasarkan pengalaman dan praktek yang
dilakukan sendiri oleh para penyuluh lanjut Ir. Sugeng Riyanto, MSc dalam
sambutanya.
Sementara itu Ir. Agus Liem, MM Kepala Badan Pelaksana
Penyuluhan dan Ketahanan Pangan (BPPKP) Kabupaten Magelang mengatakan harapannya
Balai Penyuluhan Kecamatan menjadi sarana klinik agribisnis tempat dimana para
petani berkonsultasi terhadap permasalahan yang dihadapi. Para penyuluh tidak hanya mampu memberikan
penyelesaian masalah teknis saja akan tetapi juga mampu memberikan arahan
bisnis yang paling menguntungkan dari kegiatan pertanian.
Ir. Nurhadi Abas Koordinator BP3K Kecamatan Grabag sangat
mengapresiasi atas kunjungan Kepala Setbakorluh Propinsi Jawa Tengah beserta
para Kepala Bidang di lingkup Bakorluh tersebut. Kunjungan ini merupakan
suntikan semangat bagi para penyuluh di lapangan. Para penyuluh merasa bangga
atas kunjungan ini dan menyampaikan terima kasih kepada Kepala Set Bakorluh
yang kerso “turun gunung” melihat
para cantrik-cantriknya yang berkarya
di bawah kata Ir. Nurhadi Abas.
-tnd26xi-
Label:
Berita BP3K,
Kegiatan BP3K
Kebun BPPPK Grabag Jadi Percontohan Inovasi Teknologi
Kebun Balai Penyuluh Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BPPPK) Grabag menjadi kebun percontohan jagung manis bagi para petani, terkait aspek inovasi teknologi dan manajemen usaha tani.
Koordinator BPPPK Ir Nurhadi Abas mengungkapkan pihaknya mengembangkan jagung manis seluas 1,13 Ha. Tanaman tersebut diberi semprotan MOL (mikro organisme lokal) yang dibuat sendiri oleh penyuluh.
"Teknologi ini sudah dikembangkan di tingkat petani terutama untuk tanaman padi. Hasilnya, kita bisa menurunkan penggunaan pupuk kimia sampai di bawah 50%," kata Nurhadi Abbas seusai penilaian lomba oleh BPPK Provinsi Jawa Tengah, Rabu (7/5).
BPPPK Grabag berhak mewakili Kabupaten Magelang untuk mengikuti lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah karena menjadi juara pertama dari 21 BPPPK di Magelang. Tim penilai lomba berasal dari Setbakorluh Provinsi Jawa Tengah.
Acara ini juga dihadiri Kabid Kelembagaan SDM dan Teknologi Informatika Kabupaten Magelang, Camat Grabag, serta instansi terkait yang terdiri dari mantri tani, petugas POPT, Mantri Ternak, Perhutani, STPP, Pecinta Alam Satoejiwa, penyuluh swadaya dan unsur petani berprestasi.
Menurut Nurhadi Abbas pihaknya juga membuka klinik agribisnis setiap hari kerja di desa binaan penyuluh pertanian serta melayani masyarakat petani dengan Pos Penyuluhan Desa. Selain itu, BPPKB juga menggandeng PAUD dan TK untuk pembelajaran dan pengenalan dunia pertanian kepada anak usia dini.
"Ini untuk memberi stimulan anak agar tergerak mencintai dunia pertanian. Kami juga sedang menjajal pemanfaatan limbah hasil panen jagung, kacang, dan buncis prancis untuk pakan ternak domba," kata dia.
Kabid Kelembagaan Setbakorluh Jateng Drh Hardjuli menambahkan penilaian lomba meliputi aspek sarana prasarana, sumber daya manusia, manajemen operasional dan aspek aktifitas. Dikatakan BPPPK harus bisa memberikan dampak positif bagi petani agar pengetahuan petani tentang usaha tani meningkat.
"Pemanfaatan lahan BPPPK Grabag sudah tepat baik dari sisi tata guna lahan, jenis tanaman serta teknologi tepat guna. Hal ini dapat dilihat dari jenis tanaman cabai yang diusahakan dengan sistem pupuk organik sebagai pupuk dasar dan susulan. Ternyata tanaman lebih subur dan tahan Hama Penyakit," kata dia.
( MH Habib Shaleh / CN31 / SMNetwork )
Sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_kedu/2014/05/07/201219/Kebun-BPPPK-Grabag-Jadi-Percontohan-Inovasi-Teknologi
Koordinator BPPPK Ir Nurhadi Abas mengungkapkan pihaknya mengembangkan jagung manis seluas 1,13 Ha. Tanaman tersebut diberi semprotan MOL (mikro organisme lokal) yang dibuat sendiri oleh penyuluh.
"Teknologi ini sudah dikembangkan di tingkat petani terutama untuk tanaman padi. Hasilnya, kita bisa menurunkan penggunaan pupuk kimia sampai di bawah 50%," kata Nurhadi Abbas seusai penilaian lomba oleh BPPK Provinsi Jawa Tengah, Rabu (7/5).
BPPPK Grabag berhak mewakili Kabupaten Magelang untuk mengikuti lomba tingkat Provinsi Jawa Tengah karena menjadi juara pertama dari 21 BPPPK di Magelang. Tim penilai lomba berasal dari Setbakorluh Provinsi Jawa Tengah.
Acara ini juga dihadiri Kabid Kelembagaan SDM dan Teknologi Informatika Kabupaten Magelang, Camat Grabag, serta instansi terkait yang terdiri dari mantri tani, petugas POPT, Mantri Ternak, Perhutani, STPP, Pecinta Alam Satoejiwa, penyuluh swadaya dan unsur petani berprestasi.
Menurut Nurhadi Abbas pihaknya juga membuka klinik agribisnis setiap hari kerja di desa binaan penyuluh pertanian serta melayani masyarakat petani dengan Pos Penyuluhan Desa. Selain itu, BPPKB juga menggandeng PAUD dan TK untuk pembelajaran dan pengenalan dunia pertanian kepada anak usia dini.
"Ini untuk memberi stimulan anak agar tergerak mencintai dunia pertanian. Kami juga sedang menjajal pemanfaatan limbah hasil panen jagung, kacang, dan buncis prancis untuk pakan ternak domba," kata dia.
Kabid Kelembagaan Setbakorluh Jateng Drh Hardjuli menambahkan penilaian lomba meliputi aspek sarana prasarana, sumber daya manusia, manajemen operasional dan aspek aktifitas. Dikatakan BPPPK harus bisa memberikan dampak positif bagi petani agar pengetahuan petani tentang usaha tani meningkat.
"Pemanfaatan lahan BPPPK Grabag sudah tepat baik dari sisi tata guna lahan, jenis tanaman serta teknologi tepat guna. Hal ini dapat dilihat dari jenis tanaman cabai yang diusahakan dengan sistem pupuk organik sebagai pupuk dasar dan susulan. Ternyata tanaman lebih subur dan tahan Hama Penyakit," kata dia.
( MH Habib Shaleh / CN31 / SMNetwork )
Sumber: http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/news_kedu/2014/05/07/201219/Kebun-BPPPK-Grabag-Jadi-Percontohan-Inovasi-Teknologi
Label:
Berita BP3K,
Galeri BP3K,
Galeri Kegiatan